Kenali Dampak Buruk dari Berkurangnya Partisipasi Pemilih

Pemilihan Umum merupakan salah satu pilar dalam sistem demokrasi pada suatu negara, yang dapat memberikan kesempatan kepada rakyat untuk memilih pemimpin dan menentukan masa depan bangsa. Namun, pada pelaksanaan pemilu masih saja ada pemilih yang memilih untuk golput. Apa itu golput? Golput atau golongan putih identik dengan sikap cuek, apatis, atau tidak mau cawe-cawe dengan kondisi politik di Indonesia, serta tidak memberikan hak suaranya ketika hari pemungutan suara.

 

Golput dimulai dari sebuah gerakan moral yang dicetuskan pada 3 Juni 1971 di Balai Budaya Jakarta, sebulan sebelum hari pemungutan suara pada pemilu pertama di era Order Baru. Golput kemudian masih digunakan sebagai istilah jika seseorang tidak memberikan suaranya pada saat pemilu.

 

Mengutip grid.id, dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi fenomena menurunnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum. Artinya, semakin banyak pemilih yang golput pada saat pemilihan berlangsung. Padahal, dengan memilih menjadi golput dan tidak berpartisipasi dapat memberikan dampak buruk, seperti berikut:

  • Mengurangi Kekuatan Legitimasi Pemerintahan

Dengan tidak menggunakan suara pada pemilu atau rendahnya partisipasi pemilih dapat mengurangi kekuatan legitimasi pemerintahan yang terpilih. Pemerintahan yang baru terpilih tidak bisa dikatakan sebagai representasi dari mayoritas rakyat, jika hanya didukung oleh sebagian kecil pemilih. Hal tersebut dapat menimbulkan krisis kepercayaan dan kritik terhadap kinerja dan program kebijakan yang dibuat pada pemerintahan saat itu. Maka, sebelum membulatkan pikiran untuk benar-benar golput, Anda harus memikirkan masa depan bangsa, sebagai negara tempat Anda bernaung. 

  • Menjadi Bangsa yang Tidak Berdemokrasi dalan Negara Demokrasi

Karena sistem pemerintahan Indonesia adalah demokrasi, maka pemerintah memberikan kuasa kepada masyarakat untuk menentukan pilihannya untuk bangsa. Pemerintah memberikan kesempatan untuk memilih dan memberikan suara dengan bebas dan sesuai dengan hati nurani kita, dan memilih pemimpin sesuai nilai dan bisa mewujudkan aspirasi masyarakat. Karena itu, sangat ironis bagi negara demokrasi, ketika rakyatnya tidak menggunakan hak pilihnya. 

  • Kurangnya Representasi dari Suara Rakyat

Dengan rendahnya tingkat partisipasi rakyat, maka dapat menyebabkan kurangnya representasi suara rakyat dalam proses politik dan pembangunan. Suara rakyat yang tidak dapat disalurkan melalui pemilihan umum dapat menyebabkan ketimpangan kepentingan antar kelompok, seperti kelompok sosial, ekonomi, budaya, agama, dan lainnya. Sehingga isu ini dapat ditunggangi sebagai salah satu penyebab konflik antar masyarakat.

  • Pengambilan Keputusan yang Tidak Representatif

Kemudian dengan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilu dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang tidak representatif dari kehendak rakyat. Pemerintah yang terpilih dapat mengeluarkan kebijakan serta keputusan yang menguntungkan beberapa kelompok tertentu atau diri sendiri, tanpa mempertimbangkan aspirasi rakyat. Sehingga memunculkan ketidakadilan dan ketidakpuasan di masyarakat.

  • Potensi Munculnya Tindakan Korupsi dan Penyelewengan 

Selain itu, tingkat partisipasi yang rendah dapat meningkatkan potensi tindakan korupsi dan penyelewengan yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan yang telah terpilih. Karena masyarakat tidak peduli dengan pemimpin yang terpilih, sehingga pemimpin yang terpilih bisa datang dari seseorang yang tidak bertanggungjawab dan tidak berintegritas.

 

Rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan umum juga dapat menyebabkan ketidakpuasan masyarakat terhadap hasil pemilu. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tindakan korupsi dan aspirasi masyarakat yang tidak terdengar, maka gunakan hak suara dengan sebaik mungkin. Pilih pemimpin yang dapat membawa perubahan dengan menciptakan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan masyarakat. Pemilih juga tidak terpengaruhi oleh tindakan curang yang mungkin akan dilakukan oleh sebagian oknum peserta pemilu yang tidak bertanggung jawab.

 

Untuk mendapatkan informasi mengenai sikap integritas dan gerakan antikorupsi yang  wajib dimiliki oleh para wakil rakyat, yuk, kunjungi website aclc.kpk.go.id. Jadilah masyarakat yang cerdas dan menjadi bagian dari perubahan bangsa.

 

Source:

https://intisari.grid.id/read/033855291/apa-dampak-terburuk-ketika-tingkat-partisipasi-rakyat-pada-pemilihan-umum-terus-mengalami-penurunan?page=all

https://tribratanews.kepri.polri.go.id/2019/11/30/masih-mau-golput-ini-salah-satu-dampak-buruknya/

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *